Bahas Dinamika Hukum Ketatanegaraan, Prodi HTN IAIN Bukittinggi Hadirkan Srikandi Hukum Tatanegara, Prof. Dr. Ni’matul Huda, SH., M. Hum

Rabu, 31 Maret 2021, Prodi Hukum Tatanegara (HTN) / Siyasah Fakultas Syari’ah IAIN Bukittinggi mengadakan Studium Generale secara Virtual. Tema yang diangkat dalam Studium Generale ini adalah “Dinamika Hukum Ketatanegaraan; Pembentukan, Pencabutan dan Pembatalan Produk Hukum di Indonesia .

Untuk membahas tema yang sangat luar biasa dan menarik ini, Prodi HTN menghadirkan Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Prof. Dr. Ni’matul Huda, SH., M. Hum. sebagai narasumber. Studium Generale ini dimoderatori oleh Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Bukittinggi yang juga Wakil Dekan III Fakultas Syari’ah, Fajrul Wadi, S.Ag., M. Hum. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an dilakukan oleh Sekretaris Umum DEMA Fakultas Syari’ah, Sarifa Yuni, sedangkan Pembacaan Do’an dilakukan oleh Ketua Umum DEMA Fakultas Syari’ah, Agam Pratama.

Studium Generale dibuka oleh Dekan Fakultas Syari’ah IAIN Bukittinggi, Dr. H. Ismail, M.Ag. Dalam pembukaan, Dr. H. Ismail, M.Ag. menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada Ka. Prodi HTN, Dr. Helfi, M. Ag., karena bisa menghadirkan, Tokoh Nasional, Srikandi Hukum Tatanegara seperti Prof. Ni’matul Huda ini.

Di awal penyampaiannya, Prof. Dr. Ni’matul Huda, SH., M. Hum. menyatakan bahwa dulu sebelum reformasi, Hukum Tatanegara tidak terlalu strategis dan kurang diminati, namun situasi berbalik setelah peristiwa Reormasi 1988, Hukum Tatanegara sangat strategis dan sangat diminati. Ini menjadi angin segar bagi para mahasiswa dan alumni HTN IAIN Bukittinggi.

Pakar Hukum Tata Negara UII Yogyakarta ini menjelaskan tentang landasan pembentukan peraturan perundang-undangan, asas pembentukan peraturan perundang-undangan dan prinsip-prinsip pembentukan Perda. Beliau juga menyampaian tentang hal-hal yang hanya diatur oleh Pusat, tidak boleh diatur oleh Daerah, diantaranya adalah urusan Agama. Selain itu beliau juga menyampaikan pandangan tentang Perda-Perda yang bernuansa Syari’ah. “Di beberapa daerah, banyak Perda Bernuansa Syari’ah yang sangat politis, dan hanya sebagian yang ideologis.” Ungkap Prof. Ni’matul Huda.

Studium Generale berjalan dengan sangat menarik, banyak sekali perserta yang hadir, tidak hanya dari dosen dan mahasiswa HTN IAIN Bukittinggi, akan tetapi juga banyak dari perguruan tinggi lain dan lembaga-lembaga lain seperti kejaksaan, praktisi dan advokad. Diantara tokoh yang hadir dalam Studium generale ini adalah, Dr. Nofialdi, M. Ag. (Wakil Dekan I Fakultas Syari’ah IAIN Batusangkar), Zennis Helen (Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Ekasakti Padang / Advokat di Rumah Bantuan Hukum dan Pengurus APHTN-HAN Sumatra Barat), dan Yuzalmon, S.Ag., SH., M.Si (Komesioner KPU Kota Payakumbuh). (hdn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *