Bertekad untuk Banggakan Orang Tua, Awal Liza Berhasil Menjadi Wisudawan Terbaik

Awal Liza, Lahir di Lasi, 1 Juni 1998. Memulai pendidikannya di Sekolah Dasar (SD) Negeri 14 V Suku Ateh tamat tahun 2010. Kemudian lanjut ke Madrasah Tsanawiyah (MTs) Miftahul ‘Ulumi Syar’iyyah (MUS) Canduang tamat tahun 2013. Tingkat SLTA dilanjutkan di Madrasah Aliyah (MAS) Miftahul ‘Ulumi Syar’iyyah (MUS) Canduang tamat tahun 2016. Gadis yang akrab dipanggil Awal ini pernah mengecap pendidikan Ma’had di Pondok Pesantren Miftahul ‘Ulumi Syar’iyyah (MUS) Canduang tamat tahun 2017.

Sejak masih berada di Pondok Pesantren Miftahul Ulumi Syar’iyyah (MUS) Canduang dia memang sudah bertekad untuk melanjutkan ke jenjang kuliah, hal ini bertujuan untuk mengangkat derajat keluarga nantinya dan mampu membuat perubahan di tanah kelahiran. Kala itu pilihan jatuh ke kampus yang terletak diluar Sumatera, namun karena beberapa faktor dan faktor ekonomi salah satunya, akhirnya mimpi tersebut harus di kubur, karena  masih ada saudara yang lain yang juga harus dilanjutkan pendidikannya.

Awalnya, patah semangat karena harus mengubur mimpi. Namun Awal tidak menyerah, dan keinginan untuk tetap bisa kuliah harus tetap diwujudkan. Selanjutnya pilihan jatuh ke kampus hijau IAIN Bukittinggi atas rekomendasi dari senior-senior yang memang sudah menjadi alumni kala itu. Menurut mereka, IAIN Bukittinggi adalah salah satu kampus terbaik di Sumatera.

Menyukai pelajaran-pelajaran kitab terutama di bidang Fiqh menjadi alasan dipilihnya Fakultas Syariah dan Prodi Hukum Keluarga Islam kala itu. Terhitung sejak bulan juli 2017 sudah ditanamkan tekad bahwa “Jika tidak mampu mengepakkan sayap di luar Sumatera, Maka harus berhasil disini, lakukan yang terbaik. Apapun yang sudah dipilih, maka harus di pertanggungjawabkan”.

Disamping itu, dia merasa bahwa ada harapan besar dari kedua orangtua kapadanya. Sejak saat itu dia bersungguh-sungguh dalam berkuliah dan berjanji akan memberikan yang terbaik untuk keduanya. Selama di IAIN Bukittinggi Awal sempat beberapa kali mendapatkan beasiswa dijalur prestasi akademik, hingga pada akhirnya bisa tetap  melanjutkan kuliah.

Selama menempuh pendidikan di IAIN Bukittinggi, dia mencoba mengabdi di beberapa sekolah dan Pondok Pesantren yang ada di Canduang, selain untuk mencoba membantu meringankan beban orangtua dari segi ekonomi, juga ingin lebih memberikan manfaat kepada masyarakat dengan berbagi ilmu terutama dalam bidang hukum.

Awal Liza berpesan kepada para juniornya, “Jangan jadikan kesulitan ekonomi menjadi alasan untuk tidak melanjutkan pendidikan, yakinlah bahwa Allah akan memudahkan jalan hamba-Nya jika hamba tersebut bersungguh-sungguh dan mau berusaha. Lakukan yang terbaik dan pertangggungjawabkan, ingatlah ada orangtua yang harus dibuat bangga, karena sampai kapanpun kita tidak akan mampu membalas jasa keduanya. Maka buktikanlah bahwa kita bukan hanya mampu membebani tapi juga mampu mengukir prestasi.” Ujarnya. (Tim Redaksi FSyar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *